Flores

Rumah saya jauh dari rumah

Pak Stephanus sulit mempercayainya. Tapi memang begitu. Setelah hampir 30 tahun, saya menginap di hotelnya Sindah di Ruteng lagi.

Kamar-kamar baru kemudian telah berubah menjadi lubang kumuh. Di sisi lain adalah kamar-kamar di gedung baru dengan pemandangan fantastis mimpi.

Dari sarang yang mengantuk, sebuah kota yang semarak telah tumbuh. Sayangnya, penerbangan langsung dari Denpasar ke Ruteng sudah ditangguhkan lagi. Jadi saya terbang hanya sekitar satu jam lebih sedikit dari Bali ke Labuanbajo.

Dari kota pantai di ujung barat pulau, saya berkendara di jalan Trans-Flores yang dikembangkan dengan sangat baik dalam waktu empat jam yang sulit dipercaya ke Ruteng. Tiga puluh tahun yang lalu saya membutuhkan dua kali lebih banyak untuk bentangan sekitar 120 kilometer ini!

" Hello Mister! " teriakan telah diam.

bajah lagi di menemukan Flores...